Dan semua menghilang…

Well, what can I say?
Di bisnis ini memang orang datang dan pergi…
Tapi ga tau kenapa, walaupun hal itu sudah sepantasnya terjadi dan sudah sepantasnya pula kita tidak terlalu ambil pusing mengenainya, gwa tetap saja merasa kalo kepergian mereka itu menyesakkan… Padahal ga ada yang perlu disesali sedikit pun, mengingat mereka toh pergi demi sesuatu yang lebih baik, tentunya…

Hanya saja, berat rasanya melihat mereka ga akan lagi bekerja bareng kita dan yang akhirnya membuat intensitas pertemuan otomatis semakin jarang…
Terlalu banyak kenangan di sini, dan gwa rasa yang bisa mengerti hanyalah anak-anak seangkatan gwa… (well, thanks God, pas kita pertama masuk ke perusahaan ini, kita masuk sebagai satu angkatan perang yang jumlahnya hampir mencapai 40 kepala, wheeew…)

Mulai dari training-training yang memabukkan itu, enabling-enabling yang membuat perut kita bergemuruh 2 jam menjelang makan siang yang jatahnya separoh dari jatah makan training, on the job training bodoh di kantin itu, masa-masa punya laptop jatahan kantor pertama kalinya, sampai akhirnya kita terpecah-pecah dan “dicemplungkan” ke dalam lembah bisnis ini…

Dan akhirnya kita menempuh jalan hidup masing-masing…
Ada yang stay di Jakarta, ada yang langsung “diregionkan”, ada yang “diregionkan” untuk kemudian di kembalikan ke Jakarta, dan akhirnya ada juga yang dipaksa menjadi kuli tender…
Wheeew, yang satu ini ga akan terlupakan; mau diceritakan beberapa kali juga sampe mulut berbuih, tetep pengalaman ini yang paling berkesan…
Kita berpeluh, berdebu, berurai air mata, berdarah-darah…
Jam kerja yang ga normal otomatis membuat kita seperti mayat idup yang lagi ngerjain tender… Dan parahnya, tender ini berjalan kaya karet, melaarr kemana-mana, sampe ke bulan Ramadhan…
Yang jelas ga lagi-lagi gwa mau terlibat dengan hal yang seperti ini lagi kalo sistem manajemen dan kerjanya masih separah dulu….

Banyak cerita lucu sebenarnya pas tender ini, dan karena 24 jam penuh ketemu muka-muka yang itu aja, akhirnya secara sadar ato tidak, kebersamaan itu muncul kaya masa ospek pas jaman kuliahan dulu… Dan untungnya pelaku tender ini adalah orang-orang yang sangat besar hatinya… Di bawah tekanan, di saat mata ga bisa terpejam lebih dari 2 jam, dan di saat keram otak dan otot mendera, kita masih bisa bernyanyi-nyanyi dan tertawa… Di tender inilah kita tertempa menghadapi segala macam cobaan… Pagi, siang, malam, ga ada bedanya… Semua sama! Kita tetap nongkrong di depan TornadoN en memanipulasi statistik…

Menu makanan yang dihadirkan pun dari hari ke hari cuman itu-itu aja: McD dan Matahari… Well, kalo kebetulan ada tim Transmisi, ya kita bisa pesen HokBen, Padang Sederhana, BakmiGM… (Jangan heran, Radio emang terkenal akan kepelitan dan kemiskinannya, hohohoho…) Tapi, sebagian besar malam-malam kita diisi dengan McD dan Matahari, karena cuman Radio dan Radio-lah yang harus memulai siklus tender…
Kita bahkan punya OST. sendiri untuk episode Tender ini, yang akan terlantun secara tidak sadar dari mulut kita saat masing-masing di antara kita sudah mencapai titik saturasi…
Hendra cuman akan memulai dengan “Bilang saja…” dan serentak kita semua akan menyaut, “OKE!”
Ada juga suara kecil Helen yang tiba-tiba melantunkan lagu Pingkan Mambo “Siang dan malam aku…terpaksa melupakan bayangmuu….”
Hooo, agak-agak trauma juga gwa kalo denger lagu-lagu ini…

Ada segala macam episode di tender ini, you named it…
Ada adegan menegangkan:
Saat beberapa orang di antara kita ada yang kelewatan nge-plan satu atau beberapa polygon bodoh itu (Pelaku: hampir semua yang ngerjain Tender, kekekekeke…);
saat TornadoN ga mau diajak bekerja sama dan malah memporak-porandakan project yang sudah kita bangun dengan cucuran air mata dan keringat (korban: kebanyakan project Helen dan Lusi yang tiba-tiba menyebabkan site hilang secara misterius dan muncul kembali secara misterius pula, ada juga Ismadi yang coverag plot-nya secara ajaib shrinking dan tetep shrinking walopun segala macam cara sudah dikerahkan);
saat salah satu di antara kita ada yang dengan kreatif-nya membubuhkan tanda centang instead of menuliskan “additional site” atau “add site” di xls file; saat salah satu di antara kita ada juga yang dengan kreatifnya memberikan nama site planned dengan nama yang ternyata sama dengan standar orang Transmisi untuk Repeater… (hehehehe, kayanya 2 hal terakhir yang gwa tulis di sini, berasal dari orang yang sama yak? Yaitu: Hendra…)
Banyak juga adegan lucu:
Saat ada seseorang di antara kita yang lupa memesan nasi dan baru menyadarinya saat semua makanan sudah siap digelar dan dimakan, walhasil dia pesanlah lagi nasi 2 plus cumi goreng tepung, nyom, nyom, nyom (Pelaku: syapa lagi kalo bukan Haikal?);
saat salah satu di antara kita ternyata ada yang rutin melakukan senam dini hari di pojok ruangan (Pelaku: Helen); saat ada 2 bapak-bapak yang terpaksa nongkrong ngutak-ngatik TornadoN juga bareng kita dan ternyata memiliki obsesi menjadi penyanyi panggung (Pelaku: Mas Yudha en Mas Dheeny);
saat 2 orang di antara kita yang berasal dari Region tidak sempat bahkan meniduri jatah hotel mereka lebih dari beberapa jam, tapi teteeep bisa mengambil jatah sarapan pagi, jatah sabun dan shower cap, hihihihi… (Pelaku yang ngambil jatah sarapan pagi: Helen; dan yang ngambil jatah sabun dan shower cap: Hendraaaa…);
saat beberapa di antara kita karena bosan dengan makanan yang itu-itu aja, pergi menuju Kalibata FoodFest, dan semua yang ada di situ dengan kalapnya dibeli: satu ekor bebek goreng untuk satu orang, dan setelah itu baru dia merasa lapar! (yang ini Fathur banget… gwa ama Hendra siy cuman makan masing2 satu potong bebek goreng, kekekeke…), terus beli Roti Bakar, jus alpukat, dan tak lupa Arum Manis!
Dan ada juga kejadian menyeramkan:
Saat gempa jam 12 malem! dan kita langsung lari-lari ke bawah menuruni anak tangga sambil sesekali terdengar teriakan minta tolong! (gwa lupa syapa aja yang ada saat gempa ini terjadi, yang gwa inget ada Lusi dan Helen);
saat “You Know Who” datang tiba-tiba dan menyeruakkan aroma teror yang sangat menusuk di ruangan kecil itu (Well, sukurlah gwa ga pernah berjodoh dengannya dan untuk kebaikan semua pihak, gwa tidak akan menyebutkan namanya…)

Hari-hari itu udah lama banget berlalu, tapi kesannya masih melekat sampai sekarang…

“Jangan malem-malem yaa pulangnya…”

Ps: This post is dedicated to Helena Herawati yang baru aja memutuskan untuk resign dari PT ini, to Fathurohman dan Ismadi Santoso yang juga memutuskan untuk resign setengah tahun yang lalu, dan untuk Tender Team yang masih tersisa: (in alphabetical order) Haikal Hasanein, Lalu Hendra A, dan Nur Faradiana…

Salam,

Team

5 Responses to “Dan semua menghilang…”

  1. Ismadi Santoso Says:

    what’ a memorable story that you’ve been post ti… :)

    ya… semua emang terasa begitu cepatnya. tender team itu kan dibentuk hanya sebulan stlh kita demo besar2an soal “contract extension” itu, awal agustus tepatnya. salah satu cara si “kepala mengkilap” mengalihkan perhatian kita. dan gak terasa “kerja rodhi” itu trus menerus menghantui sampe akhir november.

    yg juga harus dicatat bahwa tender itu udh makan banyak korban, hendra yg paling terakhir gabung justru plg awal tepar, disusul lusi yg ikutan muntah2. yg gk kalah parah aku sampe terserang “MIDNIGHT SYNDROM” yg tiap jam 12an mlm itu :p, thanks to pa’ kusumo & tender team yg slalu sabar menantiku kekekekekekeek :D. dan jgn lupa ak slalu harus jd tumbal utk berhadapan dengan Mr “You Know Who” itu, masih ada gk si org itu? rasanya pengen ku telen aja dia :D. dan liburan kita2 yg nyaris dibatalkan si bossy tanpa kompensasi… untung kita gk percaya si “team leader” itu, dan nekad kabur, klo kita sampe gk jd pergi entah apa jadinya ya ti? :p

    Terimakasih untuk menciptakan alibi yg sempurna utk kita (aku + fathur) yg sempet2nya mabal ditengah tender. alibi itu terbukti bisa mengalahkan “ENERGI KILATAN CAHAYA” yg dipancarkan dari luas penampang yg gk gitu besar sebenernya? atw ud makin luas aja ya ti? :D, hehehe aku gk pernah ngeliat orang itu lagi soalnya. thanks juga buat back up nya selama kita bdua “ngilang” sesaat itu. percayalah, kalian temean2 terbaik buat kita :) dan udah punya tempat yg spesial di hati kita. ciee… bener kan tur? p…

    hidup emang slalu terdiri dari dua hal yg berpasangan kan? ada siang dan malam, panas dan hujan, terang dan gelap, pun demikain jumpa dan pisah. tak ada yg bisa mengingkari itu. Pada saatnya nanti, aku percaya kalo smua pasti akan mendapat yg terbaik :) Aminnn iya gk kal?. yg penting jgn pernah berhenti berusaha dan berdoa :). setuju kan kan len…? :p (msh ada tender team yg blm kesebut gk , maap kalo iya :D)

  2. ..estee.. Says:

    Hehehehehe, iya ya… Sampe lupa kebiasaan tengah malem-mu itu, Mad.. :P
    Sampe lupa juga kalo acara liburan kita hampir dibatalkan sepihak oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab…

    Terlalu banyak cerita di sini… Ga cukup bahkan satu buku untuk nyeritain tragedi Tender yang mendera kita…
    Bahkan comment-mu pun bisa dikategorikan a new post, hihihi… :D

  3. Hendra Says:

    wattta , grrrrrr,,,,, *_*

    Madi wrote :”..hendra yg paling terakhir gabung justru plg awal tepar,..”
    jelas2 ini pernyataan yg meremehkan stamina sang Super Subtitute ini,

    Ehm,, ikutan ah..
    jadi saat itu sehabis survey, tgl 15 agustus jam 7 malam, tiba2 si bos telp: “hendra, besok kamu ke jakarta, ketemu di kantor besok pagi, ada kerjaan untuk paling tidak yaa 2 minggu lah..”.
    “baik pak”
    si bos : “ya udah, ke jakarta pake pesawat paling pagi aja”
    “Ok, pak”

    Klik….

    Setelah itu gw baru ingat, si Bos kayaknya lupa dg hal2 remeh seperti
    1.siapa yg mesti mnanggung harga tiket pesawat ya?
    2.nanti di jakarta, tinggal dimana yak?
    ya udah, apa yg terjadi, terjadilah…… talangi sendiri aja dulu,

    ,,bergabung dg tim tender,,
    begitu kamis pagi sampai jakarta,numpang semalam d t4 latief (thanks bro!), si bos langsung mengajak ke tempat Estee,
    setelah acara ramahtamah,,,,

    Nona Estee segera handover kerjaannya scr kilat, cepet2, & mendadak.. poligon kosongan milik area Riau, Sumatera Barat untuk tahun 2008-2011 serta sedikit Bengkulu sekarang berpindah tanggungjawab,
    Ga’ bisa lama krn Estee sudah ditunggu ke bandara, buat……Liburan 3hari,,,

    …./***#@%..!!
    (Oo,, ini to alasan kulo dipanggil mendadak)

    pesannya singkat: ga usah panik dro, cuma usahakan senin udah selesai.
    How nice she is …….

    Kemudian si Bos kasih saran : “ga usah cepat2, yg penting hasilnya beres & ga’ salah”
    tapi setelah itu hampir tiap 1 1/2 jam, beliau datang ke ruangan utk mengecek :
    “udah belum?”
    lalu,
    “kerjanya taktis aja, lewati apa yg bisa dilewati”,
    sampai,
    “Jam berapa kira2 bisa selesai niy?” …..
    jadi jumat, sabtu, minggu sy habiskan di kantor, bareng helen, lusi, fatur, haikal,,
    analisis poligon-makan siang-analisis poligon-makan malam-analisis poligon-tidur di kursi-analisis….
    (kalo ada yg nanya: sampai segitunyaa, emang ga’ mandi? yup, my lovely brother, aku lupa bawa sikat gigi,,,)
    Yg paling gw ingat, lagi asyik utak atik poligon tiba2 muncul Maman (OB) bersih2.. : “Loh, hari libur gini kok masuk Man?”,
    “Pan itu kemaren mas,, Senin pagi ya masuk lagi seperti biasa”

    ..Daku segera pulang..

    Sampai di hotel terus tidur untuk pertama kalinya di kasur hotel
    -krn double bed, biar tdk terlalu rugi maka tidurnya melintang, kepala di kasur satu sedang kaki di kasur lainnya-,
    setelah 3 jam tidur terus mandi lalu balik ke kantor, tim tender-rnp udah lengkap.

    Lalu aktivitas tender dimulai lagi,,
    Ini tambahan hal menarik di luar rutinitas analisis statistik poligon:

    pulang pagi,, satu taksi berdesakan, urunan 5 org & kata lusi “pakai yg tarif lama ajah”,
    untung sopirnya mau..

    request untuk kurangi jumlah site datang berulangkali sedang bahan bakar tenaga kita kebanyakan McDee serta makanan beli sistem reimbuse(to my Bos: sebenarnya harga tender ribuan site berapa yak, kok penghematannya gila2an gini..)

    Akhirnya adu stamina ini menampakkan hasil, ternyata tidak semua dari kita punya ketahanan atlet triathlon,
    gw mulai terserang gejala : lemas2 kalo disuruh kurangi site, pusing2 saat mesti manipulasi statistik poligon, & hilang selera makan saat mesti bayar sendiri lagi,,
    Lusi yg manis jg mulai ga sehat & Madi dg ‘night syndrome’-nyah
    Bahkan Haikal & Fatur yg berbobot di atas rata2 mulai lemas, tapi entah kenapa Estee dg berat badan 1/3 berat Haikal tetap sehat & dg rajinnya mem-forward email2 request dari si bos lalu mengumpulkannya jd satu,, Ck,ck,, Helen jg masih sehat sampai daku dikirim balik ke region (bener kata pepatah = don’t judge human by its cover.. =P )

    Saat hasil tender keluar, proposal site Kal-Sul gagal, tapi kita dapat Sumatera, Jawa,& Bali-Lombok,,
    Tidak ada bonus, tapi kita semua, satu perusahaan dapat email berantai ucapan selamat dari manajemen untuk semua divisi di H**T Project… =)

    “Hari-hari itu udah lama banget berlalu, tapi kesannya masih melekat sampai sekarang…”

    itu benar……

  4. Ismadi Santoso Says:

    hmmm……..

    baiklah, pembelaan anda bisa diterima saudara hendra :D.

    sori boss, ak gk maksud ngeremehin atau ngejelekin. aku cuma mau mengungkapkan “Fakta” atau mungkin lbh tepat kalo kusebut “dampak negatif” di balik peristiwa di hari “Naas” kita2 semua (baca: tendear team).

    setuju ndra, masa2 itu gk akan pernah terlupakan sama sekali.
    buat ku, itulah salah satu “momen” dlm hidup ku dimana harkat dan martabat ku sebagai manusia seutuh nya dan seluruhnya gk di hargai sama sekali. :(

  5. ..estee.. Says:

    H.A.H.A.H.A.H.A.. Ini ada satu lagi korban kebiadaban Tender ikutan comment di sini.. Hi3, jadi ingat betapa baik hati dan penurutnya si Endro ini (yang engineer loh, bukan OB, kekeke… ;) Jadi aja tiap ada kebutuhan akan seorang RNP, cuman Hendra yg gwa inget, hohoho.. Hampir aja dari Central Java yang dipanggil ke MM bwat ikutan support H*TC* ya si Hendra ini.. Mulai dari Swissqual, Tender, ya cuman Hendra yang rela dipanggil ke Jakarta.. Bahkan rela saat jadi subtitute bwat liburan-ku, hohoho.. Tenkyu yaa, ndroo.. :P

    Yaa, masa-masa Tender dulu itu membuat gwa semakin menghargai waktu tiduuur..
    En semakin membuat gwa setidaknya mengenal lebih baik pribadi masing-masing dari pelaku Tender ini..
    Hendra yang ternyata demen mojok sndirian sambil baca koran kalo lagi makan.. :D
    Haikal yang selalu gembira en ceria (mereka yang besar-besar badannya, memang punya kecenderungan untuk selalu ceria ya?) baru bisa panik kalo menyangkut masalah makanan..
    Fathur gemblung yang paling tahan banting dan masih bisa slalu berpikir logis di saat kita mulai panik en putus asa..
    Madi yang tegas en selalu “dihadapkan” dengan u know him lah..
    Helen yang sumpeh deh, as per Hendra words, staminanya itu boo.. Dan jangan tanya kalo keadaan sudah sangat mendesak, Ibu Helen ini akan dengan kreatifnya mencari cara untuk memanipulasi statistik tanpa mengurangi jumlah site-nya.. Woow..
    Lusi, well, paling kalem en nrimo, bahkan saat Haikal mulai bertindak semena-mena.. Tapi eits, Lusi kalo marah, dahsyatnya melebihi preman-preman Pancoran loh, kekeke..

    Hemph, really miss u all, guys..

    En just wondering, ndro.. Emang Haikal berat badannya 138 kg? Wow, kalo dikiloin di pasar, bisa untung tuh penjual.. :P

Leave a Reply