Meraih Financial Freedom :)

Posted: December 29, 2012 in Habits, Inspire, These days

Adalah tepat ketika saya hamil anak pertama kami, kami mulai berpikir bagaimana caranya agar kami bisa memenuhi kewajiban kami sebagai orang tua untuk bisa memberikannya pendidikan yang tidak hanya layak tapi juga bermutu nantinya. Pun ketika kami dihadapkan pada realita dunia pendidikan yang carut-marut di negara ini. Inflasi dana pendidikan, terlebih lagi di Jakarta, membuat kami terpaksa melabuhkan pilihan tidak lagi pada tabungan dan asuransi pendidikan, tapi pada investasi pendidikan.

Nah, kemudian pembelajaran dimulai. Saya yang sedari dulu sudah mendengar istilah Reksadana tapi tak mau peduli, akhirnya pelan-pelan mencoba tertarik dengan salah satu instrumen investasi ini. Browsing sana-sini, tanya sana-sini, baca buku-buku yang dikarang oleh financial planner-financial planner ternama, seolah-olah membuat saya tertampar bolak-balik. Kemana saja saya selama ini? Semua perencanaan keuangan yang saya buat selama ini tidak jelas, tidak berarah, tidak ada target, sehingga tabungan dan investasi yang kami lakukan pun tidak maksimal. Oke, tulisan ini saya buat untuk para orangtua, yang mungkin sedang bingung melabuhkan pilihannnya kemana untuk pendidikan si buah hati, dan untuk para lajang di luar sana yang gemar memboroskan uangnya, hehehe, yuk mulai berinvestasi dan rencanakan keuanganmu!

Petualangan saya dalam membuat perencanaan keuangan keluarga kami dimulai dengan:

1. Membeli asuransi jiwa untuk si Pencari Nafkah Utama.
Maksudnya Pencari Nafkah utama adalah yang selama ini menghidupi dan membiayai lebih banyak pengeluaran dalam keluarga. Fungsinya adalah untuk melindungi jika terjadi apa-apa dengan si Pencari Nafkah Utama tersebut, keluarga yang ditinggalkan tidak lantas morat-marit hidupnya dan kebutuhan finansialnya masih bisa tercukupi.
Oh iya, kami memilih asuransi jiwa murni, dalam artian premi yang kami bayarkan tidak akan kembali jika si Pencari Nafkah tidak meninggal. Wah, rugi dong? Pasti banyak yang berpikir demikian. Ohlala, sungguh tidak 🙂
Yang kami beli dari produk asuransi adalah proteksi, dan bukan investasi. Menurut kami, adalah lebih merugikan dan salah untuk mengharapkan investasi di produk asuransi. Kenapa? Karena proteksi dari asuransi tersebut tidak akan maksimal, pun begitu pula dengan investasinya, tidak akan maksimal 🙂 Jadi malah ga dapet dua-duanya, kan? Itulah salah satu sebab kami memutuskan untuk meng-cut Unit Link si Papa yang sudah berjalan hampir 2 tahun.

Asuransi yang kami pilih ini, berjangka 20tahun, jadi dalam jangka waktu 20 tahun, kami diharuskan membayar premi sebesar X. Jika 20 tahun lagi, si Papa masih sehat wal afiat (aaamiiin!) dan ingin meneruskan proteksinya, ya buat kontrak baru dengan nilai premi yang pasti lebih mahal dari sekarang. Karena itulah, kami mengantisipasinya dengan meng-investasikan selisih premi Unit Link si Papa dulu untuk dijadikan sumber dana pembayaran premi di 20tahun mendatang. Nanti ya kami rinci hitungannya 🙂

2. Membeli asuransi kesehatan untuk kami sekeluarga.
Ini lagi-lagi kami pilih yang asuransi kesehatan murni. Alasannya sama seperti asuransi jiwa, yang kami beli adalah proteksinya. 🙂 Dan kenapa asuransi kesehatan penting? Karena tidak selamanya kantor si Papa menanggung kesehatan keluarga dan kalaupuun menanggung, ya tidak maksimal. Ini juga menyusul yaa hitungannya 😛

Berikutnya, yang kami rencanakan adalah…

3. Dana Darurat
Dana darurat ini fungsinya sebagai dana buat jaga-jaga. Besarnya tergantung dari jumlah anggota keluarga. Dan kami mengambil aliran Ligwina simply karena perhitungannya lebih besar, hahahaha.. Lebih baik sedia payung yang lebih besar kan? Jadi semakin aman yang ada di bawah naungannya. #myquote

Nah, menurut beliau, dana darurat:
•untuk single : besarnya 3x pengeluaran sebulan,
•untuk married no kids: besarnya 6x pengeluaran sebulan,
•untuk married w/1 kid: besarnya 9x pengeluaran sebulan,
•untuk married w/>1 kid: besarnnya 12x pengeluaran sebulan.

Karena sejak awal kami merencanakan sebuah keluarga besar, kami putuskan untuk mengambil dana darurat sebanyak 12xpengeluaran bulanan. Yak, it’s huge! Tapi, tenang, dana darurat ini bisa dikumpulkan sambil jalan, dan kami memutuskan untuk melakukan investasi di emas dan Reksadana Saham untuk dana darurat ini.

4. Dana Pendidikan
Ini poin penting yang menyebabkan saya mau membuka mata dan belajar investasi. Seperti sudah saya bahas di atas, tingkat inflasi untuk pendidikan ga main-main loh, sungguh! Dan kalau kita hanya mengandalkan dari tabungan, ketika datang saatnya si kecil harus bersekolah, yakin deh, kita harus mengambil uang dari pos lain untuk “menambal” kekurangannya. Prinsipnya begini, ketika memilih instrumen untuk mencemplungkan dana pendidikan kita, cari produk yang memberikan return sama atau lebih besar dari tingkat inflasi itu sendiri.

Jadi, langkah pertama yang kami ambil adalah: survey dana pendidikan yang dibutuhkan sekarang, lalu hitung nilai future value dengan tingkat inflasi 20% sesuai jangka waktu pendidikan. Untuk yang jago microsoft excel bisa utak-atik formula present/future value. Yang mau lebih praktis, bisa menggunakan tools “My Plan” di www.portalreksadana.com

Untuk mengetahui dana pendidikan sekarang, diperlukan survey terlebih dahulu ke sekolah-sekolah incaran. Kebanyakan orangtua melakukan survey sekolah, 6bulan-1tahun sebelum anaknya sekolah, dan tiba-tiba baru sadar kalau tabungan untuk dana pendidikannya ga akan cukup. Akhirnya, terpaksa memasukkan anak di sekolah yang sesuai dengan budget. Andaikan nih, mereka mau teliti dan ribet sedikit sedari awal, uang yang mereka tabungkan itu bisa diinvestasikan untuk mendapat hasil yang lebih maksimal.

Jadi, sejak anak pertama kami masih dalam kandungan, kami sudah memutuskan akan menyekolahkan dia dimana dari Play Group sampai tingkat SMP, sehingga kami sudah mencatat uang pangkal-nya, iuran tahunan, dan iuran bulanannya. Untuk tingkat SMA, kami mengambil standar sekolah swasta, dan untuk tingkat S1 kami mengambil standar kuliah kedokteran. Kenapa? Karena standar sekolah swasta dan kuliah kedokteran di Indonesia, biasanya lebih tinggi biayanya. Hehehe, lebih baik sedia payung lebih lebar kan? 😉 Jadi, kalau Al ternyata bisa masuk negeri, kan Alhamdulilllah lumayan sisa uangnya buat emak-bapaknya, loh?

Nah, lanjut yaaa.. Tinggal input saja variabel-variabel tadi di tools My Plan, tambahkan dengan jangka waktu investasi, tingkat inflasi, return yang diharapkan dari produk yang sudah kita pilih, voila! Muncullah nilai yang harus kita investasikan per bulan-nya di produk incaran kita.

Oh iya, untuk dana pendidikan, kami memutuskan untuk mencemplungkan semuanya dalam produk Reksadana, untuk PG-SD kami investasikan ke Reksadana Campuran, dan SMP-Kuliah kami investasikan ke Reksadana Saham.
Kenapa? Nanti dibahas di postingan lain aja ya, kutipan artikel dari bapak Safir Senduk 🙂 Yang jelas, poin paling penting kenapa kami memilih Reksadana, karena dengan Reksadana, kita bisa berinvestasi secara “ketengan” alias dalam jumlah kecil, mulai dari Rp 100.000 loh. Di deposito aja paling kecil Rp 2.000.000 😀

Selanjutnya..

5. Dana Pernikahan/Modal Anak-1
Ini sih optional yaa, sukur2 nanti ketika akan menikah Al bisa membiayai pernikahannya sendiri, jadi dananya bisa untuk modal dia menapak dengan keluarga kecilnya. Ya, kalaupun tidak, at least kami sebagai orangtua sudah menyiapkan dananya. Sampai anak-anak menikah, mereka masih tanggung jawab orangtuanya kan? 😉

Untuk dana pernikahan/modal anak-1, kami investasikan di Reksadana Saham.

6. Dana Naik Haji
Dana ini disiapkan dengan perhitungan ONH Biasa untuk 2 orang dengan biaya @Rp 30 juta (ONH tahun 2011), untuk insyaAllah 6 tahun lagi.

Untuk dana naik haji ini, kami investasikan di Reksadana Saham.

7. Dana Pensiun
Nah, dana ini penting nih. Perhitungannya juga agak ribet, saking ribetnya “My Plan” di www.portalreksadana.com punya bagian khusus untuk perhitungan dana pensiun.
Jadi, konsepnya sih, ketika kita pensiun nanti, kita kan sudah tidak bekerja lagi, tapi tetap ada pengeluaran kan untuk biaya hidup sehari-hari? Kan ga mungkin mengandalkan anak-anak kan? Mereka juga sedang mencoba menapaki hidup baru mereka. Nah, berapa sih biaya hidup yang kita butuhkan per bulannya agar gaya hidup kita tetap terjaga tanpa mengemis sana-sini? Disini hitungannya asumsi biaya hidup untuk berdua saja ya, tanpa tanggungan anak-anak lagi. Jadi, misalnya biaya hidup sekarang dengan 1 anak per bulannya Rp 10juta, berarti harusnya biaya hidup berdua lebih kecil lagi. Nah, nilai ini yang dimasukkan ke tools “My Plan”, serta taksiran berapa lama sih kita mampu bertahan hidup semenjak pensiun. Contoh, kita merencanakan pensiun usia 55 tahun. Optimis hidup sampai usia 99 tahun, nah jangka waktu 44 tahun ini juga di-inputkan dalam tools “My Plan”

Untuk dana pensiun, kami investasikan di Reksadana Saham.

8. Dana Liburan
Dana yang satu ini juga optional yaa, hehehe..
Tapi kan boleh berencana liburan keliling Indonesia, Eropa, atau dunia kan? 😛

Yaak, segitu dulu sharing portofolio keuangan keluarga kami. Untuk lebih kurangnya, saya hanya seorang ibu rumah tangga yang masih belajar (otodidak pula) tentang financial planning, pun tidak bersertifikat. 🙂
Saya hanya peduli dengan masa depan keluarga kecil kami, dan dengan sedikit sharing ini, saya mencoba sedikit mencerahkan orang lain atau keluarga lain akan arti pentingnya financial planning dan berinvestasi..
Satu catatan penting, semakin dini kita berinvestasi, semakin murah pula dana yang harus kita sisihkan untuk berinvestasi. Daripada uang seratus ribu rupiah per bulan disimpan di tabungan atau jadi sepatu, mending di-investasikan, misal ke reksadana, lumayan, untuk jangka 18 tahun lagi, bisa menutupi uang masuk SMU Al 😉
Perhitungan kasarnya, untuk semua dana di atas, kami mengeluarkan Rp 4 juta per bulannya untuk di-investasikan :). Ga mahal-mahal banget kan? Kalau mau lebih murah, dana yang bersifat optional bisa dihilangkan 😀

Meraih financial freedom sedini mungkin, mengapa tidak?

Advertisements

Udah lama niy ga nulis di sini, hihihi.. Bukannya sok sibuk ya, tapi emang kadang ga ada aja waktunya yang pas bwat curhat ngalor-ngidul.. Al udah 14 bulan loooh, hehehe, time does fly, right?

Oh iya, April kemarin akhirnya bisnis (ciyeeh) rental peralatan bayi n mainan punyaku dilaunching di internet looh, yup, my own business. Hehehe, akhirnyaaa tercapai juga nyemplung di bisnis sendiri, jadi bos sekaligus karyawan di bisnis sendiri.. Maju mundur awalnya karena ga pede, takut ga lakulah, takut rugi, well kapan majunya ya kalo gitu? Selepas resign kemarin, aku mencairkan jamsostek selama 5 taun kerja jadi kuli engineer, daripada abis ga jelas, triing, munculah impian lama bwat memulai usaha sendiri.. I have a lot of dreams! Berhubungan dengan buku, buku, buku, make up, n now babies.. Dulu pernah punya cita-cita jadi guru TK n mendirikan perpustakaan ato taman bacaan bwat anak2, hihihi, ga kesampeian karena entahlah ko malah nyebur jadi engineer.. Kalo kerjaan lagi numpuk, dulu berandai2 punya bisnis sendiri jadi ga perlu bikin report bwat si om Gerry.. Sempet juga kepikiran mo jadi make-up artist, tapi pusing harus minimal punya sertifikat kalo mau laku.. #impianiniharusditundadeh

Akhirnya, Dia menunjukkan jalan.. Menjawab pertanyaan gimana caranya ga kerja n meninggalkan Al di rumah, tapi dapet duit? Hehehe, ga muluk2 minta nyamain ama gaji dulu, yang penting aku tetep stay beside Al all day long, n punya kesibukan lain selain jadi Ibu Rumah Tangga, ato istilah gaulnya Mompreneur #ajib
Sungguh deh, ga ada kesenangan yang melebihi senangnya punya customer sendiri, hihihi.. Ketagihan dulu sukses jualin setengah koleksi tas n make-up pribadi di page ini.. Sekarang setiap ada yang nanya2 (baru nanya2 loh), girangnya bukan main.. Doakan yaaa bisnis ini semakin berkembang daaan berkembang, sampai akhirnya impian2 yang lain bisa tercapai juga..
آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّن

Jadiiii, come and visit my other blog: .papapap. Baby’s Equipment & Toys Rental

Oh iya, nama .papapap. ini diambil dari Al’s first n favorite babbling.. Sooo cuuteeee 😉 #emaknarsis


Hari Minggu kemarin kita bertiga mengunjungi Snow Bay.. Wah, dimana tuh? Hihihi, jujur aja pertama kali liat stiker Snow Bay yang mejeng di mobil-mobil orang, gwa pikir Snow Bay itu di Singapore, wakakaka, norak banget deh gue.. Ternyata, eh ternyata, deket aja cing.. Di TMII saja gitu loh..

Tapi teteep, begitu nyampe sana, shocked liat harga tiket masuk Snow Bay-nya, Rp 120.000/orang aje gile! Ada siy promo buy 1 get 1, tapi BRI, wakwaw hare geneh..

Akhirnya setelah sempat gundah gulana, bimbang mau melanjutkan masuk ke Snow Bay ato putar arah ke Ocean Park (what??), masuk juga deh kita bertiga ke Snow Bay..

Ini foto endut dengan swimsuit-nya, yes, it’s a bee, and it comes with bee’s hat also but unfortunatelly we missed bring that hat, huhu..

Oh iya, ga ada poto pas endut berenang karena kita lupa bawa HP yang ditaroh di locker, wakwaw deh.. Jadinya ya poto ini diambil abis dia berenang.. He enjoyed swimming sooo much, okeh awalnya emang dia jutek, diem aja, hahaha, faktor ngantuk kali ya tidurnya belum kelar pas di mobil.. Kolam pertama dia dicemplungin, of course pake pelampung yang dipinggang onoh, yang ada tali bwat bahu en tangannya, cuman kolam cetek yaa umm apa ya namanya.. *okeh, nanti aku browsing deh – ga informatif, wkwkwk*

Terus, kami nyoba seluncuran cetek juga, adow itu mah mentok kena pantat deh begitu mendarat – disini ndut masih cemberut, jutek, tanpa ekspresi.

Abis itu kita lanjut ke kolam ombak, jadi tiap 45menit sekali tuh kolam dijalanin ombaknya, en it was hugee, beneran deh, sampe kita terombang-ambing kalo kehantam ombaknya. Ndut sempet nelen air deh kayanya pas si ombak dateng, hihihi, tapi kayanya dia di kolam ini lebih tertarik sama musiknya deh yang ajeb2 (Did I told u that he loves music sooo much? Badannya otomatis ajut-ajutan setiap denger musik, ato bahkan denger ketukan di meja, orang siul, anything that makes rythm or melody..)

Terus kita lanjut ke kolam yang bentuknya kaya sungai mengelilingi Snow Bay, seru deh, di hulunya (cieh) ada banyaak ban besar yang disediakan bwat pengunjung, ada ban tandem juga looh.. Nah, karena pas pertama2 kita cuman dapet 1 ban, jadilah ndut duduk di atasku yang gelendotan di ban, en si papa yang dorong ban-nya sambil berenang.. It was fun loh! Tapi ditengah2 kita dapet lagi 1 ban en yang tandem juga loh!

Abis itu karena waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang en soo hoot, kita memutuskan untuk makan siang dulu di kafe Snow Bay situ, yaa lumayanlah harganya masih reasonable 1 paket ayam+nasi+teh kotak 18ribu sajah..
Nah, ternyata si ndut ini selain ngantuk, laper kali juga ya makanya jutek n diem aja.. Bekal perkedel-nya abis cuy, hap2, dimakan pake nasi anget punya emaknya..

Abis ituu, kita lanjuuut lagiii berenang, ke kolam ombak lagi, yuhuuu, pas lagi on niy ombaknya, en endut mulai ketawa2, air keciprat ke mukanya pun dia seneng2 aja, hihihi.. dilepas ke tempat dangkal dia sibuk merangkak2 di air en kuik2 lantai kolamnya.. Trus lanjut ke sungai lagi en udah deeeh, kita bilas, ganti bajuuu, en pulang..

Ini poto endut udah ganti baju sama papa.. Uh, lucunya pipinya merah kena matahariii:

Eng ing eng, besoknya kami smua menghitaam, punggung emak babenya merah2 kebakar, sementara endut tangan n kakinya jadi gelap, hihihi..

Posted: February 15, 2012 in Baby's Product, Our Baby, These days


Tapi eh tapi kamu harus tetap pake helm ini anakkuuu..

Kami akhirnya memutuskan juga untuk beli thudguard helmet ini karena si ndut mulei jelalatan ga bisa diem, en juga karena di apartemen cuman ada aku dan dia kalo si papa brangkat kerja.. Daan repot sekali memang kalo ga punya ART saat anak lagi sibuk2nya eksploring seluruh rumah en lemari, huhu.. Otomatis setiap pekerjaan ga akan pernah berees, alamaak.. Mo nyuci piring ato masak MPASI endut ato bersih2in rumah en rapi2 ato nyuci harus nunggu doi tidur dulu yang biasanya ga pernah lama pula.. Kadang curi2 masak pas dia lagi anteng main sendiri, tapi ga brapa lama…jeledug, doi jatuhlah, nyungseplah, terjerembablah, jadi ga beres2 deh masaknya.. Tadinya siy masak makan siang n sore bwat ndut ya sebelum si papa brangkat kantor, tapi yang jadi korban ya papanya harus telat masuk kantor, hihihi.. Nah udah 2 bulanan ini, aku masak pas papa udah brangkat en si ndut lagi tidur (kadang bahkan terpaksa masak sambil gendong pake kain, kalo dia kebangun en masih ngantuk) ato lagi main sendiri tapi sambil was-was kalo ini mah.. Semoga dengan helm ini ndut jadi jarang kejedug lagi ya sayang.. Mm, tapi jangan salah, selama pekerjaan dapur n nyuci ato beres2 rumah selesai, ya selesai juga peran si helm, kan ada emaknya yang jagain sekarang, hihihi.. Kasian juga kan kalo doi dipakein helm terus, mana dia gampang keringetan.. Oh iya, ati2 banyak produk palsu helm ini.. Yang palsu harganya sekitar seratus ribuan, sementara yang aseli harganya hampir 400ribuan.. aku beli di olshop langganan, jadi dapet diskon en free ongkir *tring*
Bentuknya juga beda, kalo yang palsu gepeng, sementara yang aseli ya kaya helm gitu – bulat dan berbentuk.. Kita dulu pernah liat yang palsunya di salah satu babyshop di Cibubur, en aku langsung mikir, “Ko ga kaya bayanganku siy..” Wakaka, taunya itu yang palsuuu.. Jadi hati-hati ya ibu-ibu, browsinglah yang teliti 😉 cari reseller resminya yaaa..

Oh ya, menu ndut hari ini skutel makaroni kakap, dan hari ini aku mencoba mengenalkan dia dengan putih telur (yay I know banyak yang menyarankan nunggu setahun tapi selama ini ndut lulus smua siy *alhamdulillah*, bahkan perkenalan ikan pun langsung ikan laut, kerapu, hihihi kesukaan emaknya), semoga lulus tanpa ada tanda alergi ya naak 😉

Tambahaan:
Ga beberapa lama setelah aku posting post ini, di berita aku lihat ada seorang balita yang lagi kritis karena kepalanya tertimpa TV 21inch!
ﺍِﻧّﺎ ﻟِﻠّﻪِ ﻭَﺍِﻧّﺎ ﺍِﻟَﻴْﻪِ ﺭَﺟِﻌُﻮْﻥَ
Menurut berita, sang ibu sedang sibuk masak di dapur, dan si balita ditinggal sendirian di depan TV mau ambil remote di atas meja TV eh mejanya kebalik.. Hii, jadi seraam.. Jadi inget si endut yang suka jelalatan ga bisa diem, sekarang dia lagi hobi ndorong-ndorong kursi makan ke mana-mana, daan berdiri megangin meja TV, meja dapur sampe ke panel kompor gas, ckckck.. Harus lebih ekstra hati-hati niy..

Posted: February 9, 2012 in Baby's Product, Our Baby, These days


Kesampean juga deeh naik sepeda tandem sambil gendong endut pake Boba Carrier 3G 😉

Posted: February 5, 2012 in Baby's Product, Our Baby, These days


Dua hari yang lalu, ndut genap berusia 10 bulan, wow, ga kerasa ya waktu berlalu segitu cepatnya.. Rasanya baru kemarin aku menimang tubuh mungilnya di kamar rumah sakit dan harus pulang duluan tanpa membawa ndut karena kuning.. Perjuangan tiap saat memerah ASI untuk disetor ke RS demi ASI Eksklusif bwat ndut.. Belum lagi sebelum punya breastpump sendiri, subuh2 harus ke RS sendirian bwat mompa di kamar bayi en bikin stok ASIP di sana, ya ampun aseli bikin baby blues..

En sekarang, bocah kecilku sudah bisa kesana kemari, jelalatan ga bisa diem.. mm, sambil merangkak maksudnya, hihi, dia masih merambat en lagi belajar duduk dari berdiri.. Nah kalo motorik halusnya, pincer grasp-nya mulai oke nih hari ke hari, karena itu aku jadi lebih teliti sekarang menyapu.. Soalnya kadang kecolongan tiba2 ndut ko kaya lagi ngunyah sesuatu, pas diogok2 mulutnya, ya oloh, sebutir nasi kering aja gitu loh.. Kayanya doski mungut di lantai deket magic jar, wkwkwkw.. Ndut juga udah bisa mengibas-ngibaskan tangannya, kalo pegang kertas udah kaya ngipasin diri sendiri deh, terus menunjuk, menusuk, berlaku seperti menjentik2an jarinya kaya manggil burung (hihi kalo ini karena di rumah yangkung banyak burung), memutar-mutar kenop (ini agak2 bahaya soalnya dia suka muterin kenop kompor gas, alamak), memencet tombol, mmm, pokonya smuanya eksplorasi jari telunjuk en jari2 lainnya deh..

Kalo perkembangan bahasanya, dia udah ngerti en bisa dadah-dadah en bye-bye, udah tau kalo lagi merajuk ato mo mimi dia tinggal babbling mamamama sambil mewek en I’ll come hurry to hug him.. Dia juga seneng dibacain buku bantalnya, sambil nunjuk2 gambarnya en ngoceh sndirian ga jelas..

Berat badannya belum ditimbang nih.. Biasanya setiap bulannya kami punya 2 agenda, yaitu mengukur pertumbuhan badannya which is BB, TB, en lingkar kepala (yang terakhir ini sering kelewat) ke RSIA Hermina terdekat, hihi, bela2in deh demi bisa di-plot ke growth chart-nya tiap bulan.. Kalo bulan kemarin BBnya 9.2kg en TBnya 72cm, yang penting naik aja deh jangan sampe turun BBnya, fiuh..
En satu lagi foto kostum, hihi, kalo yang satu ini baru semenjak dia usia 6 bulan aja rutin dilakuin, abisnya lucuu siiy liatnya.. Ga nyari studio yang mahal ko, cukup 50ribu saja, udah dapet 2 foto deh 😛

Perkembangan sosialnya, hemm, dia mau digendong sama siapa aja bow, apalagi orang baru wah bisa smakin cari perhatian, agak2 spooky emang, makanya kalo di tempat umum harus ekstra hati-hati, rawan diculik.. Terus dia juga rajin menyapa orang2 baru sambil senyum2 centil, kalo kata orang2 sumeh anaknya..

Sekarang perkembangan makannya, sejak dia usia 9 bulan, dia hobi banget makan nasi, yap padahal giginya masih 0 alias ompong, tapi dia ga nemuin kesulitan bwat ngunyah nasi, heran aku juga.. Jadi sekarang kebanyakan ya makanannya nasi plus lauk pauk en sayur2nya.. Nasi tim, ato pasta2an selingannya biar ga bosen.. Tapi keliatannya dia lebih semangat kalo makan nasi biasa drpd nasi tim.. Mungkin ini karena di beberapa bulan pertama petualangan MPASI-nya kami menerapkan BLW bwat ndut, jadi dia ga nemuin kesulitan bwat ngunyah makanan walopun tanpa gigi.. Kalo pergi-pergi jadinya gampang banget deh, tinggal bekal lauk kaya perkedel daging ato ikan (ini selalu standby di freezer bikin tiap sminggu sekali, his favourite niy, bisa ludes dalam sekejap), sayur kukus (andalannya ya wortel kukus, another his favourite) en buah kaya pisang ato apel ato buah naga merah ato apapun yang ada di rumah, en ga lupa snack.. Kalo soal minum, tinggal beli aqua gelas deh, dia suka banget minum pake sedotan, tapi biasanya dia siy minum air putih dari gelasku, ga kepake deh tuh gelas magmag pigeon, huhu..

Well, selamat ulang bulan anakku.. Ayo tumbuh semakin pintar dan besar yaa.. We loveee you sooo muuuch!

Posted: February 4, 2012 in Our Baby, These days


Alasan sebenarnya kami belikan ndut sepeda ini adalah karena dia ga mau sama sekali naik stroller.. Selalu menggelesotkan badannya setiap kami taroh dia di stroller.. Kalopun akhirnya dia anteng di stroller itu pasti karena dia udah tidur, hihi, en harus tidur yang nyenyak, kalo engga ya langsung bangun en nangis deh.. Jadilah kemana-mana kami menggendongnya.. That is why SleepyWrap en Boba Carrier 3G adalah andalan kami kalo pergi-pergi ke suatu tempat yang butuh waktu lama, kaya mall (ehem), pameran, stekpi on sunday, en tempat-tempat lainnya..

Nah, pas kami berkunjung ke Lavie Baby House di Bandung, yangtie yang saat itu lagi gendong ndut, langsung menumpangkan ndut di mobil2an merk Disney yang ada penjaga sampingnya (hemm, apa ya tuh istilahnya?) Jadi dia ga jatuh deh walopun duduk miring2.. Sebenernya di rumah yangtie pun udah ada mobil2an punya Kaka Naura, taapi ya itu kalo ndut naik ke situ harus dijagain bow kalo ga dia ngegelesot kesana kemari, hihi.. Nah, akhirnya kita kepikiran deh kenapa ga beliin aja 1 bwat ndut? Secara doi keliatan girang en betah banget di mobil Disney itu..

Untungnya, ga berapa lama si papa liat yang model sepeda, ih lutunaa.. Well, karena pertimbangan sepeda lebih long live en lebih bisa dipake di outdoor akhirnya kita memutuskan untuk beli yang sepeda saja deeh..

Alasan lainnya, kalo nanti ndut sudah lebih besar smua pelindung sampingnya bisa dicopot, en kalo dia tumbuh lebih besaar lagi, pegangan untuk parentsnya bisa dicopot en voila, jadilah sepeda roda tiga, hehe..
Oh iya, model yang kami beli ini merek Puku made in Taiwan en bisa dilipet loh, semakin portable kan?

Jadi sekarang setiap kita ke mall or just simply turun ke bawah, tinggal taroh ndut di sepeda en dia siap dengan cengirannya senyum kesana kemari, hihi..

Ini dia penampakkannya kalo sepedanya dilipat

Debut pertama sepeda ini pas kitaa rame2 ke Sabuga bwat lari pagi, hehehe, dia anteng banget deh tuh keliling2 sesepedaan sambil liat orang lari-lari..

Kalo yang ini siy pagi-pagi di taman bawah apartemen, baru bangun langsung keliling

Posted: January 31, 2012 in Baby's Product, Our Baby, These days


Ini hari pertama Al sekolah. Hehehe, bukan sekolah siy sebenernya ya namanya, wong isinya cuman maen-maen doank. Mungkin banyak di luar sana orang tua yang berpikiran: Ah, ngapain siy bayi ko sekolah?; Ih, ga kasian ya sama anaknya masih kecil udah disekolahin?; Buang-buang uang aja, ibunya aja ga kreatif ngajak main anak..; Kan tinggal main ma anak-anak tetangga aja kalo mau sosialisasi mah.. And maaany others..

Haha, karena aku pun tadinya berpikiran sama tuh kaya gitu. Yaa, paling mau coba trial-nya aja deh, di Tumbletots ato Gymboree, mahal gitu loh kalo ikut kelas Regulernya. Tapii, pas lagi mau nyoba-nyoba bwat trial-nya, eh ada promo Deal Keren 50% bwat Gymboree, yippie! Well, kenapa engga kita manfaatin aja nih momen? Mumpung murce, en pengen aja liat ndut gimana kalo sekolah, hihi. Sekalian belajar bahasa inggris ya, Nak? 😛
Akhirnya langsung beli deh. En setelah kita survey ke Gymboree yang di Pejaten Village, akhirnya kita mutusin bwat ambil kelas yang di PIM aja deh, hehehe. Alesannya karena di PIM jumlah bayi-bayi yang ikut di level yang sama ma Al lebih banyak, en miss-nya yang menentukan Al masuk level yang mana, ga berdasarkan usia doank tapi juga kemampuan bayi. Well, karena Al belum bisa jalan, ya doi masuk Level 2. Nanti kalo udah bisa, doi pindah deh ke Level 3.

Hari pertama di Gymboree, Al antusias banget, begitu musik diputer langsung deh dia joget2. Hihi, he loves music sooo muchh. Di setiap sesinya, dia heboh joget2 dan jelalatan. En, dia hepi banget menjelajah kesana kemari. Miss-nya juga baik-baik looh *yaiyalah*
Di Play Class ini, pertama kita (yoay, emak2nya juga) disuruh duduk melingkar en sambil nyanyi2 melakukan pemanasan seperti yang diperagakan si Gymbo, ya si bocah mah jelalatan aja mau nyamber si Gymbo, hihi. Terus mm, apalagi yah, aduh lupaaa *ga informatif banget, wkwk* ya intinya mah nyanyi2 en melatih motorik halus, kaya tepuk tangan, melambai bye-bye, merasakan tekstur, squeezing, en sebagainya. Teruus, ada bubble time jugaa, haha, endut ketakutan pas bubble-nya ditiupin ke arah dia, dia langsung mau kabuur ke papanya. Tapi ya namanya juga bayi ya, sesukanya aja en mana mau diatur2 bwat fokus ya bow. Jadi ya, ga semuanya bisa diikutin ndut dengan tertib, hihi.
Miss-nya juga ga lupa memberi pujian bwat Al di akhir kelas ke emaknya, Karan cepet banget ya adaptasinya, ga takut sama orang baru. Hoho, belum tau diaa, sejak anakku ini bisa senyum sosial, dia ngajak senyum semua orang baru yang dia liat. Paling repot kalo orang yang dia senyumin ga bales senyum *cape deh*, kasian deh gusi Al mpe kering senyum ga dibales, hihi. Kalo ditanggapin senyumnya, haduuh, heboh sendiri deh dia, cari perhatiannya ituu looh.

Oh iya, Al juga ditawarin trial untuk music class karena hobinya joget2 setiap ngedenger musik ato miss-nya nyanyi, mm kita coba minggu depan deh ya, Nak.

Baiklah. Begitu deh cerita hari ini. Hihi, kata siapa sekolah menyiksa? 😛

Posted: January 29, 2012 in These days


Naah, akhirnyaa kegiataan gendong-menggendong Al ga jadi cuman kerjaanku sajaah, hahaha.. Secara kalo pake SleepyWrap (now re-branding jadi BobaWrap), somehow ada yang aneh, too feminin kali ya bwat dipake si papa, hihi.. Setelah melihat sepeda tandem berseliweran kemarin-kemarin itu, sang papa mengutusku untuk beli si Boba Carrier 3G ini bwat gendong si endut di belakang.. Emm tapi Boba Carrier 3G ini ga khusus cuman bwat gendong belakang aja siy, pake SleepyWrap juga bisa sebenernya (walopun ga kebayang masukin si baby-nya gimana, hihi)..

Hap, ini dia Al digendong papa di belakang 😉

Kalo dari penampakannya, BobaWrap ini bikin Al pas digendong jadi agak ngangkang ya, soalnya bagian bawah BobaWrap-nya kan agak lebar, ga sefleksibel SleepyWrap.. Tapi sumpeh deh, ga pake acara ribet masukin en keluarin endut dari BobaWrap ini, tinggal pake en lepas aja “si ransel” ini ke en dari bahu, voila endut tetap di tempatnya.. Kalo nyaman ato enggaknya, hihi, belum bisa review niy, blum nyobain soalnya.. Later yaaa..

Posted: January 27, 2012 in Baby's Product, Our Baby, These days


Ga secantik namanya, Roseola ini bikin gwa en hubby pusiiing tujuh keliling, oh my god! Si endut tuh ga pernah sakit *amit2 knock on the wood, jangan sampe kena penyakit apapun deh*, paling flu (itu pun cuman 2hari trus sembuh sndiri) ato penyakit kulit (yak, kulit endut super sensitif).. Jadi, bgitu dia demam hari Jumat siang, 39.6 derajat C, ckckck, paniklah kita.. Tapi alhamdulillah besok paginya panasnya turun, oke, gwa pikir mungkin karena seminggu yang lalunya dia kan abis vaksin campak ya, mungkin panasnya baru sekarang.. Ew taunya malamnya panas lagi, kali ini 39.3 derajat C.. Akhirnya karena panik, telpon deh Markas Sehat bwat hari Minggunya..

Sebenarnya paniknya lebih karena gendut reweeel sekali pas demam, omg, bener2 ga bisa ditinggal sedetik pun.. Tidur pun harus di dada emaknya, dia ga mau tidur di tempat tidur.. Dan harus digendong emaknya pula, sama papanya dia nangis mulu ga diem2.. Tapi kalo panasnya turun, dia kembali lagi jadi endut yang menggemaskan, ceria, ramah en senyum ke smua orang yang dia liat..

Akhirnya, hari minggunya kita ke Markas Sehat en ketemu sama dr. Hafidz.. Karena demamnya memang belum 72jam, dan ga ada tanda2 kegawatan demam, tumbuh gigi pun belum, dr. belum bisa mastiin apa penyakitnya.. Masih banyak kemungkinannya, entah roseola ato ISK.. Jadi kita disuruh pulang deh nunggu apa demamnya berkelanjutan en apa muncul ruam ato gejala lainnya setelah 72jam, dengan pesan: keep in touch ya, bu.. *sambil nyodorin kartu nama

Well, ini sebenernya salah satu alasan kuat gwa milih Markas Sehat, siapa pun dokternya, smua pro ASI en RUM.. Jadi dalam keadaan dadakan gini, gwa ga perlu repot2 cocokin jadwal ma dsa-nya endut.. En, ga asal diagnosa cuuy, hari gini udah ga jaman ke dokter terus pulang bawa obat segambreng tanpa tau itu obat bwat apa aja.. Kebayang kalo ke dsa-nya endut yang di Bandung, beuh, udah sekresek kali obatnya, antibiotik semua lagi pasti.. Endut belum pernah minum obat kecuali dulu pas newborn karena bakat alerginya, itu pun ga sampai habis, karena setelah gwa liat2, justru kayanya karena obat itu deh alergi endut ga beres2.. En bukannya harusnya kita cari tau ya asal muasal pencetus alerginya, bukannya main kasih obat.. Terbukti pas gwa brenti ngasih obat alergi itu, eh ruam di kulit endut ga muncul lagi tuh.. Juga karena dsa-nya pas endut baru lahir banget ngasih endut antibiotik katanya biar tali pusarnya ga infeksi, ah, jadi terpaksa dihabiskan deh tuh antibiotik.. Terus yah, stiap ndut imunisasi di dsa tersebut, selalu diresepin vitamin, untuk apa kita ga pernah tau.. Adalah papanya yang akhirnya bilang, tuh dsa ga komunikatif ya? Haha, padahal stiap ndut flu ato ada ruam di kulit, pasti slalu: ke dokter aja.. Huuh, yang tadinya emaknya mau sok2an home treatment en RUM malah jadi parno juga, en ke dsa itu deh jadinya.. Haha, tapi setiap diresepin vitamin ato obat, kita ga pernah tebus, ada juga siy yang ditebus, tapi
ga pernah diminumin ke endut kami yang tercinta.. Siaul, jadi pelajaran berharga niy, untuk anak berikutnya (ehem), jangan lupa survey dsa juga, biar ga asal kasih obat pas baru lahir.. Huhu, maapkan mama ya, ndut, ga pinter kemaren2..

Okay, back to topic, akhirnya dari Markas Sehat kita pulang, blanja bntar di supermarket bawah bwat bikin kaldu bwat endut.. Eh dia cerah ceria, senyum sana sini, semoga ga demam lagi.. Dweeng, malemnyaa demaam lagii, kali ini 39.2 derajat C.. En paginya which is Monday, en papanya mesti ke kantooor, ah tidaak, ga muncul juga ruam ato gejala yang lain.. Daan, sebagai ayah asi kami, hubby akhirnya memutuskan bwat ijin absen ke kantor.. Ya iyalah, gile aje luh, bisa stress gwa ditinggal b2 ma endut yang lagi super duper rewel karena demam ini.. Trus gwa sms deh dr. Hafidz, en kita sepakat ketemu di Kemang Medical Care bwat cek urin en tes darah.. Lumayan lama nunggu ndut pipis en kita makan siang dulu, oh iya ingatkan gwa untuk bahas KMC ya, salah satu opsi lagi bwat lahiran berikutnya ;P, akhirnya keluar juga hasil cek urine en tes darah.. Daaan it was normal! Thanks God, errr, tapiii jadi si ndut sakit apaaa?? Akhirnya sang dokter bilang: bapak ibu tenang saja, insyaAllah ga ada penyakit serius.. Kemungkinan roseola masih ada, tapi intinya ga ada apa-apa yang serius ko, bu..

Pulangnya endut tetaap rewel walopun ga lagi demam, ah betapa kami merindukan endut yang biasanya, huhu.. Tapi alhamdulillah, malamnya, doi ga rewel loh, bahkan bisa tidur sendiri tanpa mesti tidur di dada gwa.. Selasa pagi pas mau mandiin si endut, eh ko ada merah2 di perutnya, eh di punggungnya juga ada, di dadanya juga.. Yippie, akhirnyaa ketauan juga endut sakit apa! Yes, it is roseola! Fiuh, akhirnya bisa bernapas lega deh.. Kemungkinan besar endut tertular roseola ini pas lagi imunisasi di Markas Sehat, seingat gwa ada ibu2 yang nanya suster di resepsionis apa bentol2 di badan anaknya ini cacar? Trus kata susternya kayanya bukan deh, bu.. Tapi itu pun gwa ga denger lagi, soalnya gwa buru2 bawa endut menjauh dari situ takut ketularaaan.. Hiiiaa, taunya kena jugaa.. Soalnya masa inkubasi virus ini satu sampai 2 minggu, well cucoklah dengan ndut, setelah 8 hari baru gejalanya muncul, terus demam 3 hari selalu di atas 39 derajat C, dan ketika demam reda, baru muncul ruam yang konon akan hilang sendiri dalam beberapa jam sampai hitungan minggu.. Baiklah, cepat sembuh anakku, mama rindu ketidakrewelanmuu, hihihi..

Posted: January 17, 2012 in Our Baby, These days